Gandita: Untuk Anak Muda di NarigunungPengabdian Kepada Masyarakat Mahasiswa ST3B
Gandita: Untuk Anak Muda di Narigunung

Keterangan Gambar : Rangkai Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Mahasiswa ST3B di GPdI Narigunung


Jauh dari tanah rantau tidak lantas membuat anak muda ini lupa akan kampung halaman; Gandita mahasiswa semester akhir Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam, kembali ke Narigunung tempat penuh kenangan, tempat ia dibesarkan, untuk berkarya dan mengabdikan ilmunya sebagai Mahasiswa Teologi, berbekal ilmu dan semangat untuk mengabdi yang terus dikobarkan dalam kelas perkuliahan menjadi ‘tenaga’ yang memberanikannya untuk berbuat; “Aku akan ngecet bangku gereja dan membina anak muda gereja”, sahutnya dengan lugas menjawab rencana PPL yang disodorkan dosen.

 

Kegiatan yang saya lakukan bermula pada hari Minggu 25 September 2022, dengan fokus kegiatan berupa bimbingan iman pemuda remaja, sambungnya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan berupa: Ibadah pemuda dan anak sekolah minggu, mulai dari pujian penyembahan, Firman Tuhan, doa penutup ia siapkan dibantu oleh Bapak Gembala GPdI Narigunung. Tidak berhenti pada kegiatan ibadah, di akhir kegiatan dilanjutkan dengan pembagian cendramata kepada anak sekolah minggu berupa cat menggambar dan makan bersama.

 

Ide ini datang dari inspirasi saya sendiri, karena pemuda remaja dan anak sekolah minggu di Narigunung merupakan generasi yang perlu dibimbing agar memiliki iman yang teguh di dalam Tuhan, menurutnya kegiatan ini dapat membantu pemuda remaja dan anak sekolah minggu lebih mengerti tentang iman di dalam Yesus dan mengerti tentang iman yang sesungguhnya di dalam Tuhan. Karena tanpa iman manusia tidak berkenan kepada Allah tertulis dalam Ibrani 11:6.

 

Hal ini juga tidak lepas dari pengamatan yang telah dilakukan di lokasi PPL, bercerita dan berdiskusi dengan gembala setempat menyadarkan Gandita bahwa pemuda remaja dan anak sekolah minggu, sangat membutuhkan perhatian terutama dalam hal bimbingan kerohanian mereka.

 

Bersyukur tempat PPL tidak terlalu jauh untuk di jangkau, ia cukup berjalan kaki, karena menuju lokasinya masih berada satu desa dengan ia tinggal; “di lokasi PPL saya bertemu dengan Bapak Gembala setempat; Pdt. Sadaperarih Sitepu dan Ibu Gembala, saya bersyukur dapat disambut baik oleh mereka”, melanjutkan kisahnya. Puji Tuhan keadaan mereka semua sehat dan saya dapati mereka semua sukacita di dalam Tuhan. 

 

Mengingat kembali persiapan yang dilakukan, baik ibadah, makanan dan cenderamata, Gandita tidak lupa melibatkan Tuhan dalam segala sesuatu nya, ia berdoa kiranya hal sederhana yang ia lakukan dapat menjadi berkat, letihnya persiapan selama setengah hari terbayarkan ketika melihat anak-anak muda dan remaja bersemangat untuk hadir dalam ibadah bimbingan iman ini, sekalipun ia harus merogoh kantong sendiri untuk mempersiapkan segalanya.

 

Bangga dan haru yang bercampur, Gandita mendapatkan hal yang unik, yaitu disaat anak sekolah minggu dan pemuda remaja disatukan beribadah mereka saling teloransi meskipun usia mereka berbeda jauh tapi semangat mereka sama di dalam Tuhan, mereka tertib dan tidak tampak saling menggangu. Dari hal ini ia memetik pembelajaran bahwa dalam kebersamaan di dalam Tuhan akan memperbesar kapasitas iman. 

 

Diakhir cerita PPL ini Gandita sempat memberikan saran untuk Gereja setempat, supaya memerhatikan pertumbuhan rohani pemuda remaja dan anak sekolah minggu, karena pemuda remaja dan anak sekolah minggu merupakan generasi yang Allah Pakai untuk kemuliaan-Nya, sambil tersenyum ia menutup kisah ini. (GS/GR)